Virus juga Bermanfaat

Virus Tak Selamanya Merugikan, juga Bermanfaat

Posted on

 1,270 total views,  6 views today

Oleh: Jabariah Abbas

Saat ini jika seseorang ditanya tentang kata apa yang paling ditakuti dan mendominasi pikirannya, yakin jawabannya pasti corona. Kata ini begitu lekat dan familiar. Bagaimana tidak, dari anak-anak hingga orang tua, tak mengenal jenis kelamin, berpendidikan tinggi atau rendah, orang kaya atau miskin, pedagang, paramedis, siswa, kuli bangunan dan profesi lainnya satu kata untuk Corona, berbahaya, massif dan mematikan. SARS Covid 2 yang lebih dikenal dengan covid 19 ini sudah menginfeksi sebanyak 5.516 kasus positif dengan 496 jumlah korban meninggal, termasuk tiga puluhan tenaga dokter. demikian berita yang di up date dan disampaikan oleh bapak Achmad Yurianto, juru bicara Pemerintah untuk penanganan covid 19 (Data per tanggal 16 april 2020).

Atmosfir kejiwaan warga di seluruh negeri hampir sama yaitu rasa takut, panik, tingkat stres meningkat, bukan hanya disebabkan kekhawatiran akan terpapar virus tapi karena efek samping dari hadirnya corona yang tidak kalah telaknya membebani kehidupan warga. Kebijakan lock down, stay home, physical distancing, social distancing ataupun WFH (Work From Home) bahkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) melahirkan gelombang pengangguran besar, memaksa masyarakat menata kembali aktifitas hariannya agar tetap berlangsung normal. Juga menata emosi agar tetap waras dalam ketidakseimbangan dan tidak kehilangan hati nurani untuk tetap saling bergotong royong dalam membantu sesama.

Sebenarnya, bukan tentang jumlah korban dan dampak atas yang akan dibahas secara detail. Harapan saya dan juga setiap warga dunia, semoga wabah pandemi ini cepat menyelesaikan tugas yang dipesankan oleh Sang Pencipta dan tidak menambah korbannya lebih banyak dengan segala efek sosio cultural. Saya hanya ingin mengulas tentang sifat virus yang mungkin banyak masyarakat belum ketahui.

Baca Juga :  PJJ dengan Aktivasi Office 365

Virus itu adalah mikroorganisme patogen, artinya dapat mengakibatkan penyakit atau bersifat parasit. Virus  berada dalam bentuk partikel independen yang disebut virion. Dari namanya saja, virion yang berarti racun. Diteliti untuk pertama kalinya oleh orang Jerman bernama Adolf Mayer (1883), dan dilakukan pada tanaman tembakau (Tobaco Mosaic virus). Hal yang penting untuk diedukasi ke masyarakat bahwa virus itu benda mati yang dapat hidup pada media hidup. Kenapa hanya dapat hidup dan bereflikasi (memperbanyak diri) pada media hidup (jaringan), ini dikarenakan virus tidak memiliki kelengkapan selluler untuk bereproduksi sendiri dirinya, ia hanya memiliki material genetika berupa asam nukleat DNA atau RNA saja, tidak kedua-duanya. Dari jenis asam nukleat yang dimilikinya itulah sehingga dikenal ada virus jenis DNA, virus RNA.  Beberapa virus jenis DNA diantaranya Adenovirus, Hepatitis B, Campak, Polio, Kutil, Kanker, Herpex, dan lainnya. Sedangkan Hepatitis A dan C, Influenza, Demam Berdarah, Meningitis, SARS, AIDS, Campak Jerman, Rabies dan juga Corona termasuk jenis RNA.

Masyarakat jangan membayangkan virus itu dapat terbang dan memiliki sayap sehingga ia dapat terbang kemana-mana. Jika berada di luar media hidup yang biasa juga disebut inang, virus berbentuk kristal dan inilah yang menjadi alasan kenapa virus dianggap sebagai benda mati. Virus memiliki bentuk yang bermacam macam, tidak semua bulat seperti bentuk Covid 19 yang biasa kita lihat di TV atau media sosial lainnya, tetapi ada yang memiliki bentuk seperti batang, peluru, benang, polihedral, juga ada yang berbentuk T. Struktur atau tubuhnya dilengkapi dengan kepala, asam nukleat, leher, ekor, juga kapsid atau selubung protein. Bagian inilah yang hancur  atau mati jika diberi vaksin ataupun desinfektan.

Baca Juga :  “Covid 19” Integrasi dalam Pembelajaran Biologi

Sebagian besar masyarakat mengangap virus itu sama dengan bakteri, padahal bakteri dan virus itu sungguh berbeda. Baik dalam hal ukuran, struktur dan biologisnya. Bakteri adalah makhluk hidup, sedangkan virus antara hidup dan mati. Ukuran virus pun lebih kecil dibandingkan bakteri. Bakteri dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya, sedangkan virus mesti dengan mikroskop yang lebih canggih, mikroskop elektron. Perbedaan lainnya, bakteri itu uniceluler (ber sel satu) dan secara biologis memiliki dinding sel, ribosom dan dapat bereproduksi sendiri, sedangkan virus mesti memerlukan sel inang atau host untuk dapat hidup dan memperbanyak diri. Masa  inkubasinya berbeda beda, tergantung jenis virus dan penyakit yang disebabkannya.      Salah satu hal yan penting kita ketahui  adalah bahwa bakteri dapat  dibasmi atau dibumuh dengan penberian antibiotik sedangkan virus tidak akan terbunuh.

Pandemi Covid 19 yang penyebarannya massif inilah mungkin yang  semakin menguatkan keyakinan sebagian orang tentang virus sebagai makhluk Allah yang tak tampak oleh mata telanjang ini, dan dianggap selalu merugikan. Padahal dengan ilmu pengetahuan yang ada terdapat beberapa manfaat dan kegunaan virus, antara lain:

1.    Selubung yang tersusun dari unit protein yang dimiliki virus dapat dimanfaatkan untuk membuat vaksin protein agar terbentuk respon kekebalan tubuh untuk  melawan penyakit.

2.    Digunakan untuk terapi gen, memperbaiki gen yang cacat atau rusak yang dapat menimbulkan penyakit melalui rekayasa genetika. Misalnya untuk pengobatan kanker (viro onkolitik). Jenis virus yang biasa digunakan untuk terapi ini misalnya retro virus, adeno virus,  dan herpes simpleks.

3.    Pengobatan secara biologis, yaitu dengan melemahkan atau membunuh bakteri yang bersifat patogen.

4.    Menjadi unsur pembentuk senyawa Fe. Ilmuwan dari Inggris berhasil menginokulasi partikel virus dan mencampurnya menjadi senyawa Fe untuk membuat kapasitor

Baca Juga :  Masih Berkeluh Kesah Karena Corona ?

5.    Digunakan sebagai biopestisida, yaitu pestisida biologis di bidang pertanian yang tidak mencemari lingkungan

6.    Dapat memproduksi interferon, yaitu senyawa yang mampu mencegah replikasi virus di dalam inang /host.

7.    Pembuatan hormon insulin, dengan cara mencangkokkan virus ke dalam gen penghasil insulim dalam tubuh bakteri agar dihasilkan insulin dalam jumlah besar.

Jadi teringat dengan ayat Allah azza wa jalla di surah Ali Imran 190 -191 “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda tanda bagi orang berakal (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah pada saat berdiri, atau duduk, atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata):”Yaa Rabb  Kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa api neraka.”

#MerdekaBelajar
#BersamaHadapiKorona

Penulis  :    Jabariah Abbas, M.Pd. (Guru SMAN 11 Pinrang)
Editor   :    Tim Pojok Cerdas (SM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *