Struktur dan Fungsi Jaringan pada Tumbuhan

Posted on

 4,325 total views,  7 views today

Cerdas LKPD Seri XI 3.3_1 Biologi SMA
Struktur dan Fungsi Jaringan pada Tumbuhan

Kompetensi Dasar 

3.3 Menganalisis keterkaitan antara struktur sel pada jaringan tumbuhan dengan fungsi organ pada tumbuhan
4.3 Menyajikan data hasil pengamatan struktur jaringan dan organ pada tumbuhan

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik diharapkan dapat mengidentifikasi Struktur dan Fungsi Jaringan pada Tumbuhan

Jenis Jaringan pada Tumbuhan

Struktur dan Fungsi Jaringan pada Tumbuhan. Berdasarkan aktivitas pembelahan sel yang terjadi selama masa pertumbuhan dan perkembangan, jenis jaringan tumbuhan dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu jeringan meristem (jaringan embrional) dan jaringan permanen (jaringan dewasa).

1. Jaringan Meristem

Jaringan meristem adalah jaringan yang sel-selnya bersifat embrional dan mempunyai kemampuan untuk membelah/memperbanyak. Sel-sel meristem membelah terus untuk menghasilkan sel-sel baru, beberapa hasil pembelahan akan tetap berada dalam jaringan meristem yang disebut sel inisial atau sel permulaan. Sedangkan sel-sel baru yang digantikan kedudukannya oleh sel meristem disebut derivatif atau turunan.  Sel-sel tersebut membelah secara tidak terbatas untuk menambah jumlahnya. Pembentukan sel-sel baru dari permulaan diferensiasi pada tumbuhan terjadi di jaringan meristem. Jaringan meristem hanya terdapat di bagian-bagian tertentu dari tubuh tumbuhan.

Ciri-ciri jaringan meristem, antara lain:

  • selnya muda, aktif melakukan pembelahan dan pertumbuhan
  • Ukuran selnya kecil dan seragam
  • Letak sel-sel rapat, tidak ada ruang antar sel
  • Bentuk sel bervariasi: bulat, lonjong, atau poligonal dengan dinding sel tipis
  • Banyak mengandung sitoplasma sebagai tempat terjadinya berbagai reaksi
  • Memiliki inti sel satu atau lebih, inti sel relatif besar
  • Vakuola kecil atau hampir tidak ada

Berdasarkan asal pembentukannya, jaringan meristem dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu:

1. Meristem primer

adalah jaringan meristem yang ditemukan pada tumbuhan dewasa dan masih membelah diri, jaringan ini umumnya ditemukan pada ujung batang dan ujung akar yang mengakibatkan tumbuhan bertambah tinggi. Sel-sel meristem primer bagian apikal (daerah yang paling ujung) atau disebut juga meristem apikal, tumbuh memanjang (vertikal) sehingga memungkinkan akar dan batang tumbuh memanjang;

2. Meristem sekunder

Adalah berasal dari sel-sel dewasa yang berubah sifatnya menjadi sel-sel meristematik. Contohnya adalah kambium dan kambium gabus (felogen). Kambium merupakan lapisan sel-sel yang aktif membelah di antara pembuluh angkut xilem dan floem. Letak kambium dapat ditemukan di dalam batang maupun akar tumbuhan dikotil (Dicotyledoneae), Gymnospermae, dan beberapa tumbuhan monokotil (misalnya Agave, Aloe, Yucca sp., dan Dracaena sp). Kambium gabus (felogen) adalah jaringan kambium yang membentuk lapisan pelindung periderm (gabus). Kambium gabus terletak di bawah epidermis batang dan akar yang sudah tua. Aktivitas kambium gabus (felogen) ke arah luar akan membentuk felem (lapisan gabus), sedangkan ke arah dalam akan membentuk feloderm (korteks sekunder).

Meristem apikal pada ujung akar dan ujung batang (Gambar: www.biologiSMA.com)
Berdasarkan Letaknya jaringan, dapat dikelompokan menjadi :
  1. Meristem apikal (ujung). Meristem apikal terdapat pada ujung-ujung pokok batang dan cabang serta ujung akar dan selalu menghasilkan sel-sel untuk tumbuh memanjang. Pertumbuhan memanjang akibat aktifitas meristem apikal disebut pertumbuhan primer dan jaringan yang terbentuk disebut jaringan primer.
  2. Meristem interkalar. Meristem interkalar terdapat diantara jaringan dewasa. Contohnya terletak pada pangkal tiap ruas pada batang tumbuhan yang berbuku-buku. Aktivitas jaringan ini menyebabkan pertambahan panjang dan diameter ruas batang. Contoh tumbuhan yang memiliki meristem interkalar adalah rumput-rumputan (Gramineae).
  3. Meristem lateral. Meristem lateral atau meristem samping adalah meristem yang menyebabkan pertumbuhan ke arah samping (membesar), terletak sejajar dengan permukaan organ. Contohnya adalah kambium dan kambium gabus. Kambium ini terbentuk dari dalam jaringan meristem yang telah ada pada akar dan batang. Meristem lateral atau meristem samping adalah meristem yang menyebabkan pertumbuhan ke arah samping (membesar), terletak sejajar dengan permukaan organ. Contohnya adalah kambium dan kambium gabus. Kambium ini terbentuk dari dalam jaringan meristem yang telah ada pada akar dan batang
Baca Juga :  Cerdas LKPD Biologi SMA Seri XI 3.12_3 Ovulasi dan Menstruasi

2. Jaringan Permanen (Jaringan Dewasa)

Jaringan permanen (jaringan dewasa) merupakan jaringan yang sudah mengalami deferensiasi dan pada umumnya tidak melakukan pembelahan lagi. Struktur jaringan sudah permanen, sesuai bentuk dan fungsinya. Jaringan dewasa merupakan jaringan yang terbentuk dari hasil diferensiasi sel-sel yang dihasilkan jaringan meristem, sehingga memenuhi suatu fungsi tertentu.

Jaringan dewasa pada umumnya pertumbuhan terhenti atau sementara terhenti. Jaringan dewasa ada yang disebut permanen karena telah mengalami diferensiasi yang sifatnya irreversibel. Jaringan dewasa terdiri jaringan epidermis, jaringan parenkim, jaringan penyokong atau penguat dan jaringan pengangkut.

Ciri-ciri jaringan dewasa antara lain:

  • Tidak melakukan aktivitas membelah diri
  • Ukuran sel relatif lebih besar daripada sel meristem, vakuola berukuran besar
  • Plasma sel sedikit hanya seperti selaput yang menempel pada dinding sel
  • Sel kadang telah mati (tidak ada sitoplasma)
  • Terdapat ruang antar sel, kecuali pada epidermis

a. Jaringan pelindung (Epidermis)

Jaringan epidermis adalah jaringan yang tersusun dari lapisan sel-sel yang menutupi permukaan organ tumbuhan seperti akar, batang, daun, buga, buah dan biji. Fungsi khusus jaringan epidermis adalah sebagai pelindung terhadap beberapa gangguan. Struktur epidermis ada yang selapis, ada yang ganda, yang berasal dari prototoderm disebut epidermis ganda. Misal epidermis ganda yang terdapat pada akar udara tanaman anggrek berperan sebagai penyerap air atau embun, disebut velamen.

Ciri-ciri khas dari sel-sel epidermis adalah:

  • selnya hidup, biasanya terdiri dari satu lapis sel tunggal
  • Sel-sel rapat satu sama lain membentuk bangunan padat tanpa ruang antar sel.
  • Memiliki beragam bentuk, ukuran dan susunannya
  • Tidak memiliki klorofil

Dinding  sel  ada  yang tipis, ada yang mengalami penebalan di bagian yang menghadap ke permukaan dan ada pula yang semua sisi dindingnya tebal berlignin

Jaringan Epidermis

Sel-sel inisial epidermis sebagian dapat berkembang dan bermodifiksi menjadi alat-alat tambahan lain yang disebut derivat epidermis, seperti stomata (mulut daun), trikoma (rambut-rambut), spina (duri), sel kipas, sel kersik (silika), velamen, dan litokis.

1). Stomata.

Stomata merupakan suatu celah pada jaringan epidermis yang dibatasi oleh dua sel penjaga. Fungsi Stomata adalah sebagai tempat pertukaran gas O2,CO2, dan uap air/H2O). Stomata berupa ruang antar sel yang dibatasi oleh dua sel khas yan disebut sel penjaga. Sel penjaga dan lubang tersebut bersama-sama membentuk stomata. Pada banyak tumbuhan dapat dibedakan yaitu sel pelengkap, yang merupakan dua atau lebih sel khas yang membatasi sel penjaga. Sel tetangga berperan dalam perubahan osmotik yang menyebabkan gerakan sel penjaga yang mengatur lebar stomata. Letak stomata kebanyakan di permukaan bawah daun

Stomata pada Daun (Gambar: Tanamankebunku.com)
2). Trikoma

Trikoma merupakan rambut-rambut dari epidermis yang terdiri atas sel tunggal atau banyak sel. Trikoma berperan sebagai kelenjar yang mengeluarkan zat seperti terpen, garam dan gula. Rambut akar juga merupakan bentuk lain dari trikoma yang memiliki dinding sel tipis dengan vakuola yang besar.

Fungsi trikoma antara lain:

  • mengurangi penguapan;
  • meneruskan rangsangan;
  • mengurangi gangguan dari manusia dan hewan;
  • membantu penyebaran biji;
  • membantu perkecambahan biji, penyerbukan bunga;
Modifikasi Epidermis menjadi Trikoma
3). Spina (duri)

Spina atau duri adalah tonjolan pada permukaan epidermis batang yang terbentuk dari jaringan stele (silinder pusat) dibawah koteks. . Contoh: spina pada tumbuhan bunga kertas (Bougainvillea).

Baca Juga :  Cerdas Materi Matematika SMA Seri XI 3.8_3 Persamaan Garis Singgung pada Kurva
4). Sel Kipas

Sel kipas merupakan alat tambahan pada epidermis daun bagian atas, tersusun dari  beberapa sel berdinding tipis dengan ukuran lebih besar dibandingkan sel-sel epidermis di sekitarnya. Bila terjadi penguapan air yang relatif besar, sel kipas akan menggulung sehingga daun akan menggulung untuk mengurangi penguapan yang lebih lanjut. Sel kipas dapat dijumpai pada epidermis atas daun familia Gramineae dan Cypereae.

5). Sel Kersik (Silika)

Sel kersik merupakan sel epidermis yang berisi kristal kersik (silika/SiO2). Oleh karena itu, sel kersik disebut juga sel silika. Sel-sel kersik terutama terdapat pada Gramineae.  Badan silika juga terdapat dalam sel epidermis khusus dari Cypereae dan beberapa Monocotyledonae.

6). Velamen

Velamen tersusun dari sel-sel mati yang terdapat dibagian dalam epidermis akar gantung (akar udara) pada tumbuhan epifit (tumbuhan yang menempel pada benda/tumbuhan lain). Fungsi Velamen adalah sebagai alat penyimpan air.

7). Litokis

Litokis adalah sel epidermis yang dindingnya mengalami penebalan dan mengandung sistolit. Litosis terpadat pada erpidermis daun beringin (Ficus sp.) berupa penebalan ke arah sentripetal yang tersusun atas tangkai selulosa dengan deposisi Ca-karbonat (kalsium karbonat) yang membentuk bangunan seperti sarang lebah yang disebut sistolit .

b. Jaringan Dasar (Parenkim)

Jaringan parenkim merupakan jaringan dasar yang terbentuk dari sel-sel hidup dengan struktur morfologi yang bervariasi. Bentuk jaringan ini memiliki ukuran relatif besar, berdindng tipis, lentur, bentuknya bervariasi umumnya berbentuk segi enam, memiliki banyak vakuola, memiliki ruang antar sel, masih mampu berdiferensiasi menjadi meristem untuk membelah diri dan membentuk sel/jaringan khusus lainnya.

Jaringan Parenkim (Gambar: Mastugino.blogspot.co.id)

Berdasarkan fungsinya, parenkim dibedakan menjadi beberapa macam:

  • Parenkim asimilasi, yaitu parenkim yang berfungsi dalam proses pembuatan zat-zat makanan, terletak di bagian tumbuhan berwarna hijau.
  • Parenkim penimbun, berfungsi menyimpan cadangan makanan sebagai larutan dalam vakuola, bentuk partikel padat, atau cairan dalam siroplasma. Organ tersebut sel-selnya berisi cadangan makanan berupa: gula, tepung, lemak dan protein.
  • Parenkim air, merupakan parenkim yang mampu menyimpan air, dinding sel tipis, dan vakuolanya besar dan dijumpai pada tumbuhan hidup di daerah kering (xerofit), tumbuhan epifit, dan tumbuhan sukulen sebagai penimbun air untuk menghadapi masa kering.
  • Parenkim udara merupakan parenkim yang memiliki ruang antar sel yang besar. Pada tumbuhan air, ruang antar sel yang besar merupakan satu-satunya tempat akumulasi udara. Parenkim ini sebagai tempat penyimpanan udara.
  • Parenkim angkut terdapat pada jaringan pengangkut yang sel-selnya berbentuk memanjang menurut arah pengangkutannya.
Berdasarkan bentuknya, parenkim dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:
  • Parenkim palisade, merupakan parenkim penyusun mesofil, kadang pada biji berbentuk sel yang panjang, tegak, mengandung banyak kloroplas.
  • Parenkim bunga karang, juga merupakan parenkim penyusun mesofil daun, bantuk dan ukurannya tak teratur dengan ruang antarsel yang lebih besar.
  • aktinenkim (Parenkim bintang ) berbentuk seperti bintang bersambungan ujunganya dijumpai pada tangkai daun Canna sp.
  • Parenkim lipatan, dinding selnya mengadakan lipatan ke arah dalam serta banyak mengandung kloroplas, dijumpai pada mesofil daun pinus dan padi

c. Jaringan Penyokong

Jaringan penyokong merupakan jaringan yang mampu memberikan kekuatan bagi tubuh tumbuhan sehingga dapat melakukan perimbangan bagi pertumbuhannya. Disebut juga jaringan penguat karena dinding  selnya  yang tebal serta  kuat. Dinding sel nya telah mengalami spesialisasi.

Fungsi Jaringan penyokong, yaitu sebagai berikut :

  • Menegakkan batang dan menguatkan daun
  • Melindungi tumbuhan dari gangguan mekanis
  • Menjaga atau melindungi embrio di dalam biji
  • Melindungi jaringan pengangkut
  • Memperkuat jaringan parenkim
Baca Juga :  Persamaan Nilai Mutlak

Berdasarkan bentuk dan sifatnya, jaringan mekanik dibedakan menjadi jaringan kolenkim dan jaringan sklerenkim.

1)   Jaringan Kolenkim

Merupakan jaringan yang secara secara struktural dapat dianggap sebagai jaringan parenkim khusus yang menunjang organ muda pada tumbuhan. Jaringan kolenkim tersusun oleh sel-sel yang mengandung sitoplasma.

Jaringan kolenkim memiliki cri sebagai berikut:

  • Dinding sel mengalami penebalan dengan selulosa, hemiselulosa, dan pektin
  • bersifat elastis, penebalan dinding sel  tidak teratur
  • Ukuran dan betuk sel beragam
  • Isi sel acapkali mengandung kloroplas dan tanin

Jaringan kolenkim berperan penting sebagai jaringan penguat terutama pada organ-organ tumbuhan yang masih aktif mengadakan pertumbuhan pada perkembangan.

2)   Jaringan sklerenkim

Jaringan sklerenkim merupakan jaringan penunjang yang terdapat pada organ tumbuhan yang telah dewasa. Jaringan ini tersusun oleh sel-sel berdinding tebal dan keras tersusun oleh lignin, sel yang sudah dewasa umumnya mati. Berdasarkan bentuk selnya dibedakan menjadi sklereida dan serabut sklerenkim.

  • Sklereida. Disebut sel batu, dindingnya keras, dijumpai sebagai sel tunggal diantara jaringan parenkim, berkelompok, atau bersama-sama dengan xilem dan floem.
  • Sklerenkim. Bentuk sel memanjang, ujung runcing dan lumen sempit. Terdapat pada akar, batang, daun dan buah, terdapat sendiri-sendiri berkelompok, melekat pada berbagai macam jaringan. Dapat dijumpai sebagai berkas diantara xilem dan floem atau sebagai sarung berkas pengangkut.

Baca Juga: Struktur dan Fungsi Sel Hewan dan Tumbuhan

d. Jaringan Pengangkut

Merupakan jaringan pada tumbuhan tingkat tinggi yang berfungsi mengangkut air dan garam-garam mineral, serta zat makanan hasil fotosintesis. Jaringan pengangkut pada tumbuhan terdiri atas Floem dan Xilem.

1)   Floem

Floem (pembuluh tapis) berfungsi untuk mengangkut hasil asimilasi/fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh. Floem meiliki  Dinding sel yang mengalami penebalan selulosa dan pektin. Tersusun dari sel buluh tapis, sel pengiring, parenkim floem dan serabut floem.  Floem berasal dari perkembangan kambium ke arah luar (floem primer). Floem selanjutnya akan diikuti oleh pertumbuhan sekunder yang berasal dari pertumbuhan primer.

 2)   Xilem

Xylem (pembuluh kayu) berfungsi untuk menyalurkan air dan unsur hara dari akar ke daun.  Tersusun atas tabung-tabung pembuluh. Pembuluh xilem berfungsi menyokong dan mengangkut air serta garam mineral dari akar menuju bagian atas (daun). Pembuluh ini tersusun dari tracheid, trakhea, parenkim dan serabut.  Trakeid adalah sel-sel tumbuhan yang dindingnya mengalami lignifikasi (penebalan oleh senyawa lignin) dan sel-selnya akan mati setelah dewasa. Trakea yang membentuk xylem merupakan sel-sel silinder yang mati setelah dewasa, bagian ujungnya saling menyatu membentuk sebuah tabung pengangkut air bersel banyak. Dinding ujung (kadang-kadang juga dinding samping) komponen pembuluh ini berlubang-lubang yang merupakan tempat air lewat dengan bebas dari satu sel ke sel lain.

Komponen Penyusun Xylem dan Floem

KEGIATAN MANDIRI
Struktur dan Fungsi Jaringan pada Tumbuhan

1. Lengkapilah  tabel jaringan pada tumbuhan dibawah ini dibawah ini !

2. Jaringan meristem dikelompokkan menjadi 2 macam meristem primer dan meristem sekunder, jelaskan yang dimaksud dengan meristem primer dan meristem sekunder?

a.       Jaringan meristem primer

b.      Jaringan meristem sekunder

3. Tuliskan perbedaan antara jaringan Meristem dan jaringan permanen!

4. Kesimpulan

Penulis   :    Nur Risnawati Kusuma, SP., M.Pd.
Editor    :    Tim Pojok Cerdas (SM)

Sumber  :   

  • Irnaningtyas, Yossa Istiadi 2014. Biologi untuk SMA/MA Kelas X.l Jakarta: Penerbit Erlangga
  • Arif Priadi, Yanti Herlanti, Parulian. 2016. Biologi untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Penerbit Yudisthira
  • Rosmiasih, Niswana dan Widyastuti, 2019. E_Modul Biologi SMA Kelas XI. Direktorat Pembinaan SMA. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan

Terima Kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *