Penilaian Portofolio
Penilaian Portofolio

Portofolio sebagai Alternatif Bentuk Ujian Sekolah

Posted on

Loading

Artikel Cerdas
Penilaian Portofolio sebagai Alternatif Bentuk Ujian Sekolah

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan Surat Edaran Mendikbud Nomor 1 Tahun 2021 tentang Peniadaan Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan serta Pelaksanaan Ujian Sekolah dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. Pada bagian 4 surat edaran tersebut dijelaskan bahwa ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan, dilaksanakan dalam bentuk:
1. portofolio berupa evaluasi atas nilai rapor, nilai sikap/perilaku, dan prestasi yang diperoleh sebelumnya (penghargaan, hasil perlombaan, dan sebagainya);
2. penugasan;
3. tes secara luring atau daring; dan/atau
4. bentuk kegiatan penilaian lain yang ditetapkan oleh satuan pendidikan.
Hal ini menunjukkan bahwa portofolio sebagai alternatif bentuk ujian sekolah

Pengertian Portofolio

Salah satu poin dalam SE Mendikbud Nomor 1/2021 adalah bentuk penilaian yang dapat digunakan untuk Ujian Sekolah adalah portofolio. Portofolio merupakan penilaian berkelanjutan berdasarkan kumpulan informasi yang bersifat reflektif-integratif yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Kegiatan penilaian ini dilakukan dengan menggunakan bukti-bukti hasil belajar yang relevan dengan kompetensi yang dipelajari. Hasil belajar tersebut dapat berupa karya peserta didik dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik, atau bentuk informasi lain yang terkait dengan ciri khas/potensi keunggulan siswa. Secara konsep, penilaian portofolio sudah cukup lama dikenal di dalam dunia pendidikan, tapi fakta di lapangan menunjukkan bahwa masih sangat kurang pemanfaatan portofolio dalam proses pembelajaran dan penilaian. Penilaian Portofolio memberikan keleluasaan guru dalam menggali informasi tentang performa atau kemampuan individu yang merupakan pengalaman  belajarnya selama periode waktu tertentu.

Portofolio digunakan sebagai instrumen penilaian untuk menilai kompetensi peserta didik atau menilai hasil belajar peserta didik. Hal ini berarti bahwa portofolio dapat berfungsi formatif atau diagnostik dan berfungsi sumatif. Sebagai fungsi Formatif, portofolio  disusun untuk memperoleh informasi mengenai kelebihan dan kekurangan siswa, memperoleh gambaran perkembangan siswa pada satu periode tertentu, menjadi alat refleksi siswa dan sebagai dasar pemberian umpan balik oleh guru. Oleh karena itu untuk fungsi formatif, kriteria penilaiannya tidak perlu ditentukan secara ketat karena fungsinya untuk melihat perkembangan capaian siswa dibandingkan dengan target kompetensi pada kurun waktu tertentu.

Baca Juga :  PRA UJIAN NASIONAL BAHASA INGGRIS PAKET1

Sedangkan portofolio sebagai fungsi sumatif bertujuan untuk memberi nilai atas capaian hasil kerja siswa, seringkali hasil penilaian sumatif dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan yang mempunyai dampak langsung kepada siswa, seperti sebagai dasar penentuan kelulusan atau sebagai alat seleksi. Portofolio sebagai fungsi sumatif ini yang bersesuaian dengan Surat Edaran Mendikbud Nomor 1 Tahun 2021.

Baca Juga : Ujian Praktik pada Masa Pandemi Covid-19

Jenis Portofolio

Terdapat beberapa jenis  portofolio, diantaranya portofolio kerja, portofolio pajangan/pameran, dan portofolio penilaian.

1. Portofolio Kerja (Working Portfolio)
Portofolio kerja merupakan semua koleksi hasil kerja pada suatu mata pelajaran atau kompetensi pada periode waktu tertentu

2. Portofolio Dokumentasi (documentary portfolio)
Adalah koleksi hasil kerja siswa pada suatu mata pelajaran pada satu periode waktu tertentu, yang khusus digunakan untuk penilaian. Portofolio dokumentasi hanya berisi hasil kerja pilihan terbaik yang diajukan untuk dinilai. Portofolio dokumentasi tidak hanya berisi produk hasil kerja siswa, tetapi juga memuat informasi mengenai proses dalam menghasilkan produk tersebut.

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *