Karya Tulis Ilmiah
Karya Tulis Ilmiah

Karya Tulis Ilmiah

Posted on

 184 total views,  1 views today

Oleh: Muhammad Jasri Djangi

Karya tulis ilmiah adalah sebuah karya yang dikembangkan atas dasar metode ilmiah. Langkah-langkah pengembangan metode ilmiah mencakup: (1) perumusan masalah; (2) studi literatur dan pengamatan kenyataan; (3) perumusan hipotesis dan uji kebenarannya; (4) penulisan laporan penelitian. Karya tulis ilmiah dapat berupa makalah atau artikel, laporan praktik lapangan (tugas akhir program Diploma), skripsi (program Sarjana), tesis (program Magister), dan disertasi (program Doktor).

Secara umum karya tugas akhir (skripsi, tesis, disertasi), kecuali naskah untuk artikel jurnal, terdiri atas tiga bagian, yaitu bagian pembuka, tubuh tulisan, dan bagian akhir. Bagian pembuka terdiri atas (1) halaman sampul, (2) abstrak, (3) halaman judul, (4) halaman pengesahan, (5) riwayat hidup, (6) prakata, (7) daftar isi, (8) daftar tabel, (9) daftar gambar, dan (10) daftar lampiran. Unsur lain yang mungkin ada ialah daftar singkatan atau glosari. Tubuh tulisan terdiri atas (1) pendahuluan, (2) tinjauan pustaka, (3) bahan dan metode, (4) hasil dan pembahasan, dan (5) kesimpulan (simpulan) dan saran. Sementara bagian akhir terdiri atas daftar pustaka (harus ada) dan lampiran (kalau ada).

Bagian Pembuka

Untuk pembuka dapat diibaratkan hanyalah asesoris. Pada makalah tidak perlu ada, tetapi pada karya tugas akhir (skripsi, tesis, dan disertasi) harus ada. Tata cara penulisannya agak berbeda pada setiap perguruan tinggi. Berikut beberapa penjelasan tentang bagian pembuka ini.

Pengetikan karya ilmiah disarankan menggunakan kertas HVS 70-80 gram berukuran 21,59 cm x 27,94 cm (kuarto). Huruf yang dianjurkan ialah ”Times New Roman” dengan font 12 (atau Arial 11) untuk teks. Judul bab diketik dengan font 14, sub-subbab font 12. Semua judul dicetak tebal. Naskah diketik spasi dua dengan pias 4 cm dari tepi kiri dan pias 3 cm dari kanan, atas, dan bawah kertas. 

Nomor halaman pada bagian pembuka dinyatakan dengan “i, ii, iii, dan seterusnya”. Nomor halaman ini tidak dicantumkan pada halaman tersebut, namun dinyatakan dalam daftar isi.

 Daftar tabel diperlukan jika terdapat dua atau lebih tabel, demikian juga halnya gambar dan lampiran.  Halaman persembahan  diletakkan setelah halaman abstrak. Ungkapan dalam halaman persembahan menggunakan kalimat sederhana, tidak lebih dari kalimat, tanpa hiasan atau gambar.

Baca Juga :  PAKET 4 : PERSIAPAN UJIAN SEKOLAH MAPEL BIOLOGI

 Judul.

Karya tulis ilmiah harus memiliki judul menarik, positif, singkat, spesifik, tetapi cukup jelas untuk menggambarkan penelitian yang dilakukan. Judul sebaiknya tidak lebih dari 12 kata (tidak termasuk kata sambung dan kata depan) yang mengandung beberapa kata kunci untuk memudahkan penelusuran pustaka. Nama latin untuk makhluk yang sudah umum tidak perlu digunakan dalam judul. Singkatan yang tidak perlu harus dihindari.

BACA JUGA : Ijazah Lulusan 2020 Hanya Satu Nilai

Abstrak.

Abstrak merupakan bagian dari skripsi, tesis, dan disertasi, dan ditulis dalam bahasa Indonesia. Suatu abstrak merupakan ulasan singkat mengapa penelitian dilakukan, bagaimana penelitian dilaksanakan, hasil yang penting-penting, dan kesimpulan (simpulan) utama dari hasil kegiatan.  Abstrak dapat disusun dalam beberapa paragraf dan panjangnya tidak lebih dari 250 kata. Penggunaan singkatan dihindari, kecuali akan disebutkan dua kali seperti istilah ”infra merah (IR)”, selanjutnya ditulis IR. 

            Abstrak diketik diketik dengan satu spasi termasuk judul. Kata ”ABSTRAK” ditulis dengan huruf kapital dan diletakkan ditengah. Nama lengkap penulis diketik dengan huruf kapital dua spasi dibawah judul dan dimulai dari batas kiri, kemudian disusul judul penelitian. Huruf pertama setiap kata pada judul diketik dengan huruf kapital kecuali kata depan dan kata sambung. Selanjutnya, ”Dibimbing oleh xxx” (nama lengkap pembimbing, tanpa gelar) yang ditulis dalam huruf kapital. Kemudian teks abstrak disusun seperti menyusun paragraf.

Prakata.

Prakata dapat memuat informasi kapan dan lama penelitian dilakukan, lokasi, dan sumber dana penelitian bila biaya bukan dari dana sendiri. Ungkapan terima kasih kepada pihak lain yang membantu seperti bantuan teknis dan saran yang diterima. Rektor, dekan, ketua jurusan dalam kapasitasnya sebagai pejabat tidak perlu diberi ucapan terima kasih. Penomoran dan ungkapan berlebihan dihindari. Selain itu, persantunan ini perlu diungkapkan dengan serius, wajar, dengan tutur kata yang beradab, tanpa memuji-muji siapapun, dan tidak terkesan main-main. Panjang prakata sebaiknya tidak lebih dari satu halaman.

Tubuh Tulisan

Tubuh tulisan terdiri atas beberapa bab yaitu, pendahuluan, tinjauan pustaka, bahan dan metode, hasil dan pembahasan dan kesimpulan (simpulan) dan saran.

Baca Juga :  Smart Biology Problems Seri XI.3.10_4 Kelainan yang terjadi pada Sistem Regulasi pada Manusia

Pendahuluan

ditempatkan sebagai bab I  biasanya terdiri atas  (1)latar belakang, (2) perumusan masalah, (3) tujuan, (4) manfaat penelitian, dan (5) hipotesis (jika ada). Pada bagian ini dikemukakan alasan yang kuat mengapa penelitian dilakukan, proses identifikasi, dan pembatasan masalah. Masalah dapat dirumuskan dalam bentuk pernyataan atau pertanyaan. Tujuan berisi pernyataan singkat dengan menggunakan kata kerja yang hasilnya dapat diukur atau dilihat, seperti menjajagi, menguraikan, menerangkan, menguji, membuktikan, atau menerapkan suatu gejala, konsep atau dugaan atau bahkan membuat suatu prototipe.

Permasalahan penelitian merupakan dasar atas penyusunan teori, hipotesis, metode, unsur-unsur penelitian lainnya. Ada tiga segi untuk mengukur kelayakan suatu masalah penelitian. Pertama, dari segi keilmuan. Latar belakang pengetahuan yang cukup seorang peneliti seharusnya sesuai dengan topik yang akan diteliti. Kedua, dari segi metode keimuan. Masalah penelitian harus dapat dipecahkan melalui langkah-angkah berpikir ilmiah atau metode ilmiah. Ketiga, dari segi kepentingan dan kegunaannya. Kepentingan penelitian tergantung pada peneliti. Sebagai mahasiswa S1, S2, dan S3 berbeda kedalaman dan keluasan masalah yang diteliti. Kegunaan penelitian diarahkan pada pengembangan ilmu atau penerapan.  Sumber masalah dapat diperoleh dari studi pustaka (buku atau hasil penelitian) dan studi penjajakan atau kombinasi keduanya.  

Foto Kegiatan KIR

Tinjauan Pustaka.

Biasanya merupakan bab II dan  memuat tinjauan singkat dan jelas atas pustaka yang menimbulkan gagasan dan mendasari penelitian. Pustaka  yang digunakan hendaknya yang terbaru seperti artikel hasil penelitian (pustaka primer)  yang dapat diperoleh pada jurnal penelitian baik yang tercetak atau yang dapat diakses dari internet. Uraian dalam tinjauan pustaka merupakan dasar untuk menyusun kerangka pikir atau konsep yang digunakan dalam penelitian. Berdasarkan tinjauan pustaka inilah hipotesis dikemukakan (jika ada). Kumpulan pustaka yang memadai akan sangat membantu dalam memilih metode, melaksanakan penelitian, dan menyusun argumentasi pada bab pembahasan.

Bahan dan Metode.

Metode penelitian yang digunakan dapat berupa analisis suatu teori, metode percobaan, atau kombinasi keduanya. Metode yang digunakan diuraikan secara terperinci (peubah/variabel, model yang digunakan, rancangan penelitian, teknik pengumpulan dan analisis data, serta cara penafsiran). Tempat dan waktu penelitian dituliskan pada prakata saja, kecuali jika sangat berkaitan dengan metode. Jika jenis bahan tidak banyak uraiannya dapat disatukan dengan metode. Sumber bahan dapat dituliskan sepanjang hal itu sangat spesifik. Kegiatan/prosedur kerja yang dilakukan ditulis sesuai urutan pengoperasiannya menggunakan kalimat pasif bukan kalimat aktif.

Baca Juga :  CORONA, GURU PENGGERAK DAN MERDEKA BELAJAR

Hasil dan Pembahasan.

Hasil penelitian sewajarnya disajikan secara bersistem. Untuk memperjelas dan mempersingkat uraian, berikan tabel, gambar, grafik, atau alat penolong lain. Data yang terlalu ekstensif perlu dibuat ikhtisarnya dan diulas dengan kata-kata, data yang terlalu rumit dan menurunkan keterbacaan sebaiknya dilampirkan saja. Hasil yang diperoleh ditafsirkan dengan memperhatikan masalah atau hipotesis yang telah dibuat.

Pembahasan terhadap hasil penelitian merupakan kumpulan argumen mengenai relevansi, manfaat, dan kemungkinan atau keterbatasan percobaan, serta hasilnya. Hubungkan temuan temuan dalam penelitian dengan penelitian sebelumnya dengan jalan menunjukkan persamaan dan membahas perbedaannya.

Kesimpulan (atau Simpulan) dan Saran.

Kesimpulan Karya tulis ilmiah memuat ringkasan hasil penelitian dan jawaban atas tujuan atau hipotesis penelitian. Saran dikemukakan seharusnya berasal dari hal yang berkaitan dengan pelaksanaan atau hasil penelitian.

Pola umum yang telah dikemukakan di atas berlaku untuk penyusunan skripsi, tesis, dan disertasi. Untuk laporan praktik lapangan biasanya memuat, keadaan umum tempat praktik, kegiatan praktik, dan kesimpulan atau penutup. Format untuk untuk artikel jurnal mengacu pada ketentuan yang berlaku pada jurnal tersebut. Sebagai panduan umum penulisan artikel untuk jurnal ilmiah, Farr (1985) merumuskan IMRAD (Itroduction, Material and Methods, Results, And Discussion).

Terima Kasih

Penulis : Muhammad Jasri Djangi
(Staf Pengajar Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Makassar)
Tulisan ini disampaikan pada Pelatihan KIR SMA Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar Tahun 2007

Daftar Pustaka

  • Achmadi, Suminar S. dkk. 2001. Pedoman Penulisan dan Penyajian Karya Ilmiah. Bogor: IPB Press.
  • Soeseno, Slamet. 1981. Teknik Penulisan Ilmiah Populer. Jakarta: Gramedia.
  • Sudjana, Nana. 1999. Tuntunan Penyusunan Karya Ilmiah. Bandung: Sinar Baru Alg.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *