Fertilisasi, Gestasi dan Persalinan
Fertilisasi, Gestasi dan Persalinan

Fertilisasi, Gestasi dan Partus

Posted on

 3,004 total views,  4 views today

-Cerdas LKPD Seri XI 3.12_4 Biologi SMA-
Fertilisasi, Gestasi dan Partus dalam Sistem Reproduksi

Salah satu pembahasan dalam sistem reproduksi adalah tentang fertilisasi (pembuahan) , gestasi (kehamilan) dan partus (persalinan).

KOMPETENSI DASAR

3.12   Menganalisis hubungan struktur jaringan penyusun organ reproduksi dengan fungsinya dalam sistem reproduksi manusia
4.12   Menyajikan hasil analisis tentang dampak pergaulan bebas, penyakit dan kelainan pada struktur dan fungsi organ yang menyebabkan gangguan sistem reproduksi manusia serta teknologi sistem reproduksi

PETA KONSEP
FERTILISASI, GESTASI DAN PARTUS

Peta Konsep Fertilisasi, Gestasi dan Persalinan

TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik dapat mengidentifikasi tahap-tahap fertilisasi, gestasi, dan persalinan

MATERI PEMBELAJARAN

Fertilisasi (Pembuahan)

a.    Pengertian Fertilisasi

Fertilisasi atau pembuahan adalah peleburan antara sel sperma dengan sel ovum yang telah matang dan menghasilkan zygote. Zigot merupakan sel diploid dengan kromosom yang berasal dari ayah dan ibu. Sekitar 250-400 juta sperma masuk ke dalam vagina melalui ejakulasi laki-laki. Fungsi utama fertilisasi adalah untuk menyatukan kumpulan kromosom haploid (n) dari dua individu menjadi sebuah sel diploid (2n), yaitu zigot.

b.    Tahap Fertilisasi

Sperma manusia setiap harinya dihasilkan berjumlah lebih kurang300-500 juta. Sperma bergerak aktif untuk membuahi sel telur.

Gambar. Tahap Fertilisasi

Adapun tahap fertilisasi adalah sebagai berikut:

  1. Sperma berenang menuju ovum dan akan melalui saluran reproduksi yang sempit dan harus dapat mengatasi hambatan kimia dari saluran reproduksi wanita
  2. Sel sperma mengeluarkan enzim-enzim yang tersimpan pada akrosom seperti hialurodinase dan akrosin, sehingga sperma mencapai sel telur.
  3. Sperma membentuk kontak dengan sel telur, membran sel telur secara bertahap akan larut sehingga sitoplasma dan inti sperma dapat masuk.
  4. Sinyal kimia akan dihasilkan oleh permukaan sel telur untuk mematikan sel sperma lainnya yang ada disekitar sel telur.
  5. Inti sel sperma dan sel telur melebur saat fertilizasi, zigot terbentuk
  6. Zigot akan didorong oleh silia tuba Fallopi menuju rahim.
Baca Juga :  PRA UJIAN NASIONAL MAPEL BAHASA INDONESIA PAKET 2

Gestasi (Kehamilan)

a.    Pengertian Gestasi (kehamilan)

Gestasi (kehamilan) adalah perkembangan embrio menjadi janin hingga kelahiran bayi. Peristiwa ini terjadi setelah fertilisasi.

b.    Tahap Gestasi (Kehamilan)

Tahap perkembangan embrio di dalam rahim adalah sebagai berikut:

  1. Beberapa jam setelah fertilisasi zygote akan membelah secara mitosis menjadi 2 sel, 4, 8, 16 sel.
  2. Pada hari ke-3 atau ke-4 terbentuk kelompok sel yang disebut morula. Morula akan berkembang menjadi blastula. Rongga balstosoel berisi cairan dari tuba fallopi dan membentuk blastosit. Lapisan dalam blastosit membentuk inner cell mass. Blastosit dilapisi oleh throhpoblast (lapisan terluar blastosit) yang berfungsi untuk menyerap makanan dan merupakan calon tembuni/plasenta/ari-ari. Blastosit akan bergerak menuju uterus dengan waktu 3-4 hari.
  3. Pada hari ke-6 setelah fertilisasi throphoblast akan menempel pada dinding uterus/proses implantasi dan akan mengeluarkan hormone HCG (hormone Chorionik gonadotrophin). Hormon ini melindungi kehamilan dengan menstimulasi produksi hormone progesteron dan estrogen sehingga mencegah menstruasi.
  4. Pada hari ke-12 setelah fertilisasi embrio telah kuat menempel pada dinding uterus.
  5. Dilanjutkan dengan fase gastrula, yaitu hari ke-21 plasenta akan terus berkembang dari throphoblast. Mulai terbentuk 3 lapisan dinding embrio. Lapisan dinding embrio inilah yang akan berdiferensisai menjadi organ-organ tubuh. Organ tubuh akan berkembang semakin sempurna seiring bertambahnya usia kandungan.
c. Trimester Kehamilan

Kehamilan terbagi menjadi tiga trimester:

1.    Trimester I (0-3 bulan), perkembangan terpusat pada organogenesis. a.    Bulan pertama : Sudah terbentuk organ-organ tubuh yang penting seperti jantung yang berbentuk pipa, sistem saraf pusat (otak yang berupa gumpalan darah) serta kulit. Embrio berukuran 0,6 cm.
b.    Bulan kedua : Tangan dan kaki sudah terbentuk, alat kelamin bagian dalam, tulang rawan (cartilago). Embrio berukuran 4 cm.
c.  Bulan ketiga : Seluruh organ tubuh sudah lengkap terbentuk, termasuk organ kelamin luar. Panjang embrio mencapai 7 cm dengan berat 20 gram

Baca Juga :  Pedoman Harlah Pancasila Tahun 2020

2.    Trimester II (4-6 bulan), organ tubuh sudah lengkap, perkembangan terpusat pada anggota badan.
a.    Bulan keempat : Sudah disebut dengan janin dan janin mulai bergerak aktif. Janin mencapai berat 100 gram dengan panjang 14 cm.
b.    Bulan kelima : Janin akan lebih aktif bergerak, dapat memberikan respon terhadap suara keras dan menendang. Alat kelamin janin sudah lebih nyata dan akan terlihat bila dilakukan USG (Ultra Sonographi).
c.    Bulan keenam : Janin sudah dapat bergerak lebih bebas dengan memutarkan badan (posisi)

3.    Trimester III (7-9 bulan), penyempurnaan organ dan pertumbuhan yang pesat. 
a.    Bulan ketujuh : Janin bergerak dengan posisi kepala ke arah liang vagina.
b.    Bulan kedelapan : Janin semakin aktif bergerak dan menendang. Berat dan panjang janin semakin bertambah, seperti panjang 35-40 cm dan berat 2500 – 3000 gram.
c.    Bulan kesembilan : Posisi kepala janin sudah menghadap liang vagina. Bayi siap untuk dilahirkan.

Gambar. Proses Perkembangan Janin
d.    Membran Embrio

Selama periode embrionik akan terbentuk membran embrio. Membran-membran ini berada diluar embrio yang berfugsi melindungi dan memberi makan embrio. Membran embrio tersebut adalah kantung kuning telur, amnion, korion, dan alantois.

1.    Kantung kuning telur
Kantung kuning telur adalah suatu membran yang berfungsi menyediakan nutrisi utama bagi embrio. Pada manusia, kantung ini berfungsi menyediakan tempat awalnya bagi pembentukan darah

2.    Amnion
Amnion merupakan membran yang melindungi embrio. dan berfungsi menyelubungi embrio dan membentuk ruang yang berisi cairan amnion. Cairan ini melindungi dari gesekan dan menjaga suhu tubuh embrio.

3.    Korion
Korion merupakan bagian utama plasenta. Bagian ini menyelubungi amnion dan kantung kuning telur.

Baca Juga :  Cerdas Materi Matematika SMA Seri X 3.9_2 Aturan Cosinus

4.    Alantois
Alantois merupakan membran vasikuler kecil tempat awal pembentukan darah. Fungsi lainnya adalah untuk respirasi, saluran makanan, ekskresi, dan membentuk umbilical cordyang berhubungan dengan plasenta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *