E-Learning STEM di tengah “Covid 19” dalam Pembelajaran Fisika

Posted on

 6,387 total views,  10 views today

Oleh:  Suriani

Pojok Cerdas kembali menurunkan artikel tentang alternatif pembelajaran bagi siswa terkait dengan Covid 19 yang terintegrasi dalam pembelajaran Fisika di jenjang SMA.

Konsep E-Learning STEM

Pembelajaran STEM adalah pendekatan pembelajaran di mana Sains, Teknologi, Enjiniiring dan Matematika diintegrasikan dengan fokus pada proses pembelajaran pemecahan masalah dalam kehidupan nyata (Seameo Qitep In Science& P4TKIPA, 2018). Pembelajaran sains berbasis STEM dalam kelas didesain untuk memberi peluang bagi peserta didik mengaplikasikan pengetahuan  akademik dalam dunia nyata. Pengalaman belajar sains berbasis STEM dapat mengembangkan pemahaman peserta didik terhadap konten sains, kemampuan inovasi dan pemecahan masalah, soft skills (antara lain komunikasi, kerjasama, kepemimpinan). Pembelajaran sains berbasis STEM menumbuhkan minat dan motivasi peserta didik untuk melanjutkan studi dan berkarir dalam bidang profesi iptek, sebagaimana dibutuhkan negara saat ini dan di masa datang.

Model-model pembelajaran dapat diadaptasikan dalam situasi tertentu, seperti yang terjadi tahun 2020 ini, di mana pandemi virus corona mengepung dunia termasuk Indonesia. Semua orang lantas mengambil jarak demi memutus rantai penularan Covid-19. Salah satu efeknya di bidang pendidikan, sekolah dan kampus melakukan pembelajaran dalam jaringan (daring). Distance learning (Pembelajaran Jarak Jauh) menjadi pilihan demi keselamatan rakyat Indonesia. Untuk itu pendidik/guru harus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan meskipun peserta didik berada di rumah. Inovasi pembelajaran merupakan solusi yang perlu didisain dan dilaksanakan oleh guru dengan memaksimalkan media online atau aplikasi yang ada seperti Whatshap, Google Classroom, Zoom dan sebagainya.

E-Leaning atau pembelajaran daring yang dipilih sebaiknya dirancang sesuai kondisi, karakter peserta didik terutama tujuan pembelajaran itu sendiri. Tidak sekedar tersampaikannya materi, terlaksananya asesmen akan tetapi bagaimana mengajak peserta didik bisa berkolaborasi dengan orang tua dan lingkungan yang dapat merangsang kreativitasnya sehingga pembelajaran menjadi kontekstual khususnya menghadapi isu-isu yang berkembang saat ini. Menghadapi pandemi Covid-19, pembelajaran STEM secara daring dapat lebih kontekstual terlaksana karena faktor dukungan teknologi seperti komputer atau android sudah digunakan oleh siswa, termasuk kemandirian siswa mengakses sumber-sumber belajar, kolaborasi dengan keluarga dan orang tua serta lingkungan di sekitar rumah siswa berdomisili.

Baca Juga :  “Covid 19” Integrasi dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

Tahapan E-Learning STEM

Pembelajaran daring dalam situasi pandemi Covid-19 dengan Pendekatan STEM dapat didisain guru mata pelajaran menggunakan model-model pembelajaran STEM dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:

1. Menentukan KD atau Topik pembelajaran
Pemilihan topik yang dimaksud adalah KD yang berlangsung ataupun telah diajarkan dengan tujuan mengidentifikasi masalah untuk dibuatkan rancangan solusi sebagai bentuk pembelajaran kontekstual.

2. Memilih model pembelajaran STEM
Model pembelajaran STEM yang dapat dipilih adalah:
a. Model PjBL Lucas
b. Model PjBL STEM
c. Model 5E
Kecenderungan Projek dalam pembelajaran STEM, disarankan siswa dapat berkolaborasi dengan keluarga (Selama belajar dari rumah) dan memanfaatkan lingkungan secara bijak.

3. Memilih Aplikasi Pembelajaran On Line
Dalam hal ini adalah aplikasi yang akan digunakan secara online dalam mengimplementasikan pembelajaran STEM. Ada banyak platform yang bisa digunakan untuk pembelajaran daring, di antaranya Google Class Room. Di antara fitur-fitur yang tersedia, guru dapat membuat ruang diskusi untuk mengidentifiaksi masalah (fitur forum), mendisain rancangan solusi (fitur tugas), membuat prototype/bangun model (fitur tugas), uji coba model seperti video siswa saat membuat, file, foto dapat diupload pada fitur tugas sekaligus hasil penilaian siswa (fitur nilai).

4.  Menentukan Sumber Belajar
Guru dapat mengupload file materi belajar, LKPD sebagai sumber belajar siswa atau memberikan link yang dapat diakses siswa secara mandiri. Guru dapat merekomendasikan lingkungan yang mana yang dapat dijadikan sumber belajar atau yang dapat mendukung kelancaran proses pembelajaran kontekstual secara daring.

E-Learning STEM di Fisika

Pada mata pelajaran Fisika, terdapat kompetensi dasar  pada kelas XI yaitu“Menerapkan prinsip fluida dinamik dalam teknologi” dan “Membuat dan menguji  proyek sederhana yang menerapkan prinsip dinamika fluida”. Salah satu pembelajaranyang terkait dengan kompetensi tersebutdengan menggunakan pendekatan STEM di saat mewabahnya COVID 19 adalah membuat alat semprot disinfektan. Kegiatan ini diharapkan menjadi pembelajaran yang kontekstual bagi peserta didik dan terintegrasi pada diri siswa untuk mengambil bagian dalam menangani Covid-19. Adapun tahapannya sebagai berikut:

Baca Juga :  PJJ dengan Aktivasi Office 365

1. Topik dan Identifikasi Masalah
Topik : Hukum Bernoulli dan Penerapannya.
Hukum Bernoulli: Tekanan dari Fluida yang bergerak seperti udara berkurang ketika fluida tersebut bergerak lebih cepat.
Penerapan : Alat Semprot Disinfektan / Seramgga.
Alat penyemprot yang menggunakan prinsip Bernoulli yang sering kita gunakan adalah alat penyemprot racun serangga. Perhatikan gambar berikut.

Prinsip Bernaoulli pada Pompa

Ketika kita menekan batang pengisap, udara dipaksa keluar dari tabung pompa melalui tabung sempit pada ujungnya. Semburan udara yang bergerak dengan cepat mampu menurunkan tekanan pada bagian atas tabung tandon yang berisi cairan racun. Hal ini menyebabkan tekanan atmosfer pada permukaan cairan turun dan memaksa cairan naik ke atas tabung. Semburan udara berkelajuan tinggi meniup cairan, sehingga cairan dikeluarkan sebagai semburan kabut halus. Selain penerapan Hukum Bernoulli, persamaan kontinuitas dapat diperhitungkan.

2.  Langkah Pembelajaran

Model pembelajaran STEM yang dipilih adalah Model PjBL Lucas, dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a.  Siswa bergabung pada salah satu Platform belajar online (disepakati Pilih Google Classroom).
b.  Berdiskusi pada fitur forum untuk mengidentfikasi masalah penerapan Hukum Bernoulli dalam mengatasi penyebaran Covid-19 atau serangga . Diskusi didukung dengan materi yang sudah diupload oleh guru serta link belajar mandiri.
c.  Peserta didik mengakses tugas projek/LKPD dari forum tugas dengan ketentuan:
1). Projek  adalah kolaborasi dengan keluarga.
2). Memanfaatkan alat dan bahan yang ada di lingkungan sekitar rumah (mudah diperoleh)
3). Memperhatikan petunjuk kerja pada LKPD
4). Memperhatikan alat yang digunakan pada LKPD
5). Memperhatikan rentang waktu penyelesaian projek.
6). Membuat dokumentasi disain dan pembuatan model/prototype

d.    Peserta didik membuat Rancangan/rekayasa pompa baik secara manual maupun digital untuk diupload pada fitur tugas. Dapat membuat disain sesuai kreativitas dengan memperhatikan rekomendasi sumber belajar atau link yang diberikan oleh guru. 
e.     Membuat model/prototype “Alat Semprot Disinfektan” berdasarkan jadwal yang telah disepakati saat diskusi diawal atau yang tertera pada LKPD.
Alat yang digunakan:
1). pipa (diameter 3 cm, panjang 30 cm)
2). gunting
3). paku besar
4). botol bekas dengan tutup
5). karet sandal jepit bekas.
6). Sedotan

Baca Juga :  Bergabung pada Kelas Teams

Atau siswa dapat mengkreasikan dengan membuat semprot otomatis seperti gambar berikut:

Semprot Otomatis Hasil Pembelajaran STEM

f.     Guru memonitoring peserta didik selama rentang waktu penyelesaian projek.
g.    Mengujicoba “ Alat Semprot Disinfektan” . Disajikan dalam bentuk video penggunaan Alat penyemprot Disinfektan yang diupload dalam fitur tugas. Jika siswa terkendala teknis aplikasi Google Class Room dapat mengirim via WAG untuk direfleksi bersama.
h.    Video Cara membuat dan penggunaan alat semprot disinfektan disebarkan melalui sosial media. Selamat berkreasi melalui E-Learning STEM dengan prinsip fun learning.

Penulis  :    Suriani, S.Pd., M.Pd. (Guru SMAN 11 Pangkep)
Editor   :    Tim Pojok Cerdas (SM)

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *