“Covid 19” Integrasi dalam Pembelajaran Biologi

Posted on

 2,462 total views,  3 views today

Oleh: Nur Risnawati Kusuma dan Ifa Safira

Pandemi COVID-19 di Indonesia terus mengalami peningkatan kasus. Sejauh ini pemerintah pusat melalui Tim Gugus Tugas COVID-19 yang dipimpin BNPB masih mengupayakan kebijakan social distancing atau jaga jarak. Masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas di luar dan menghindari kerumunan dengan tujuan memutus mata rantai penyebaran virus.

Berkenaan dengan penyebaran Corono Virus Disease (Covid-19) yang semakin meningkat maka kesehatan lahir dan batin siswa, guru, kepala sekolah dan seluruh warga sekolah menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan kebijakan pendidikan. Berkenaan dengan hal tersebut Kemdikbud mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid- 19. Salah satu poin penting dalam edaran tersebut dijelaskan bahwa belajar dari rumah dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup antara lain mengenai pandemi Covid-19

Pojok Cerdas secara bertahap menurunkan artikel tentang alternatif pembelajaran bagi siswa terkait dengan Covid 19 yang terintegrasi dalam pembelajaran pada berbagai mata pelajaran di jenjang SMA. Pembelajaran tentang Covid 19 tetap terkait dengan Kompetensi Dasar yang ada pada Kurikulum yang digunakan atau bahkan menjadi implementasi pembelajaran atau pembelajaran kontekstual dari suatu Kompetensi Dasar Mata Pelajaran tertentu. Melalui pembelajaran siswa dapat lebih paham mengenai COVID 19 yang merupakan KLB didunia dan dapat memberikan informasi kepada masyarakat melalui media sosial mengenai struktur, replikasi dan pengaruhnya dalam kehidupan.

Pada mata pelajaran Biologi alternatif pembelajaran yang dapat dilakukan terkait dengan COVID 19 yang dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa antara lain:

A.    Pembuatan Infografis tentang Covid 19

Pengertian Infografis                           

Infografis adalah representasi visual dari data secara grafis untuk menyampaikan informasi lengkap kepada pembaca agar dapat dipahami dengan lebih mudah, cepat, singkat, dan jelas. Jenis-jenis infografis dapat dibagi menjadi info grafis statis (berbentuk gambar yang tidak bergerak), infografis animasi (berbentuk video animasi 2 dimensi maupun 3 dimensi) dan nfografis interaktif (ditampilkan pada website dan pengguna dapat berinteraksi dengan informasi yang ditampilkan melalui user interface yang telah di-disain). Membuat infografis sendiri memerlukan skill design, analisis informasi, dan story telling. Tapi saat ini terdapat cara mudah yaitu memanfaatkan layanan-layanan online yang khusus dibuat untuk memproduksi infografis.

Baca Juga :  CORONA, GURU PENGGERAK DAN MERDEKA BELAJAR

Contoh info grafis statis

Sumber : http://bagguno.blogspot.com/2016/03/

Mekanisme Pembelajaran                  

1. Setelah memahami pengertian infografis, siswa diminta membuat infografis (infografis statis atau infografis animasi) yang terkait Covid 19.

Ketentuan dalam membuat infografis adalah sebagai berikut:

  • Target Audiens, informasi mengenai covid 19 diperuntukkan untuk semua kalangan masyarakat utamanya golongan pengguna media sosial.
  • Ide, Konsep, dan Topik Infografis mengenai Covid 19, dengan menjelaskan serangkaian informasi mengenai virus covid 19, bagaimana rangkaian prosesnya atau perjalanan perkembangannya dari waktu ke waktu di Indonesia atau di provinsi masing-masing. Menampilkan tren infografis yang sedang menarik dan mudah diterima masyarakat.
  • Memperhatikan Flow dan Style, memudahkan orang untuk menangkap informasi yang tercantum di dalamnya hanya dengan sekali melihat. Untuk info yang paling penting, letakkan pada bagian atas sendiri dan semakin ke bawah adalah info tambahan saja. Jadi, konsepnya mirip seperti piramid.
  • Desain yang simpel, tampilkan informasi secara singkat namun menarik dan bisa membuat audiens tetap membaca hingga akhir.
  • Mencantumkan narasi, menyajikan angka dan gambar, serta tetap mencantumkan narasi untuk informasi tambahannya.
  • Keakuratan data, data yang ditampilkan bersumber dari fakta yang akuratdengan  mencantumkan sumber data pada infografis tersebut.  
  • Hirarki, mencantumkan warna yang berbeda untuk menunjukkan penekanan. Selain warna, juga bisa bermain dengan spasi, font style, angka, dan ukuran huruf, serta tetap memperhatikan estetika

2. Setelah infografis selesai dibuat selanjutnya  di share pada media sosial (FB, Instagram, WAG, dsb) yang dapat besifat sebagai informasi di kalangan masyarakat

3. Siswa memantau tanggapan berupa  like, atau komentar dari pengguna media sosial yang melihat infografis yang telah dishare.

B.    Pembuatan MEDIA pop UP tentang Covid 19

Pengertian Media Pop Up
Pop up adalah sebuah kartu atau buku yang ketika dibuka bisa menampilkan bentuk timbul atau 3 dimensi yang memberikan visualisasi cerita yang lebih menarik, mulai dari tampilan gambar dan informasi yang disampaikan.

Baca Juga :  Masih Berkeluh Kesah Karena Corona ?
https://4.bp.blogspot.com/-ui-tS4P6m70/XBhcD9bQQrI/AAAAAAAASWQ/TQZRZfHCiV0yJEUUqRfwKqDMIahz5m5mwCLcBGAs/s320/WhatsApp%2BImage%2B2018-05-02%2Bat%2B14.48.41%25281%2529.jpeg
Sumber : http://brosurpopupperusahaan.blogspot.com/2018/12/

Mekanisme Pembelajaran                  

1.      Setelah memahami pengertian Pop Up, rancanglah suatu media edukasi kepada masyarakat berupa komunikasi visual berbasis Pop Up sederhana yang berisi gagasan tentang COVID-19 sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap penyebaran COVID.

Ketentuan dalam merancang Pop Up adalah sebagai berikut:

  • Buat dalam ukuran double folio, sehingga jika terlipat menjadi ukuran folio.
  • Menggambarkan tema:  COVID-19 (Mengenal, Mencegah, Mengobati dan Mengantisipasi)
  • Mengandung unsur edukasi tentang COVID-19
  • Referensi naskah dan data diambil dari sumber yang terpercaya seperti: World Health Organization (WHO) atau dari Kementerian Kesehatan
  • Dapat menggunakan salah satu teknik; V-Folding, Internal Stand, Rotary, Mouth, dan Parallel Slide atau menggabungkan lebih dari 1 teknik.
  • Diperbolehkan menggunakan teknik cutting manual atau melalui proses digital laser cutting
  • Visual pada Pop Up dapat menggunakan teknik ilustrasi manual atau digital Bitmap/vektor, 3D modelling atau gabungan ketiganya.
  • Menggunakan media photo/image dengan mencantumkan identitas dan keterangan sumber foto tersebut
  • Disain yang dibuat tidak diperkenankan mendeskreditkan unsur SARA (Suku, Agama, dan Ras)
  • Tidak mengandung pornografi yang berlaku di Indonesia
  • Setiap karya harus disertai deskripsi mengenai karya yang dibuat.

2.      Setelah Pop Up selesai dibuat selanjutnya  di share pada media sosial (FB, Instagram, WAG, dsb) yang dapat besifat sebagai informasi di kalangan masyarakat
3.      Siswa memantau tanggapan berupa  like, atau komentar dari pengguna media sosial yang melihat infografis yang telah dibagikan.

Editor    :     Tim Pojok Cerdas

Penulis   :   

  • Nur Risnawati Kusuma, SP, M.Pd. (Guru SMAN 3 Makassar)
  • Ifa Safira, S.Pd., M.Pd. (Dosen UNIBOS Makassar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *