Cerdas Materi Geografi SMA Seri X 3.7_6 Perairan Darat : Daerah Aliran Sungai

Posted on

 1,547 total views,  11 views today

KOMPETENSI DASAR

3.7     Mmenganalisis dinamika hidrosfer dan dampaknya terhadap kehidupan
4.7     Menyajikan proses dinamika hidrosfer menggunakan peta, bagan, gambar, tabel, grafik, video, dan/atau animasi

PERAIRAN DARAT : DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS)

PETA KONSEP

Peta Konsep Perairan Darat (Daerah Aliran Sungai)

MATERI PEMBELAJARAN

Pengertian DAS
Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan suatu daerah yang dibatasi atau dikelilingi oleh garis ketinggian di mana setiap air yang jatuh di permukaan tanah akan dialirkan melalui satu outlet. Sistem DAS didukung oleh tiga komponen yaitu komponen masukan berupa curah hujan, komponen output berupa debit aliran dan polusi/sedimen, dan komponen proses yaitu manusia, vegetasi, tanah, iklim, dan topografi. DAS dibedakan atas:

  1. DAS Gemuk
    DAS gemuk yaitu suatu DAS yang luas sehingga memiliki daya tampung air yang besar. Sungai dengan DAS seperti ini, airnya cenderung meluap bila di bagian hulu terjadi hujan deras.
  2. DAS Kurus
    DAS kurus adalah DAS yang relatif tidak luas sehingga daya tampung airnya kecil. Sungai dengan DAS semacam ini, luapan airnya tidak begitu hebat ketika bagian hulunya terjadi hujan lebat.

Beberapa contoh DAS di Indonesia, antara lain:\

  1. DAS Ciliwung, yang mempunyai hulu di Bogor dan hilir di Kota Jakarta.
  2. DAS Bengawan Solo, yang mempunyai hulu di Wonogiri dan hilir di Gresik.
  3. DAS Mahakam, yang mempunyai hulu di Pegunungan Bawui dan hilir di Samarinda.

Wilayah DAS dapat dibagi menjadi 3 bagian,yaitu :

  1. DAS bagian hulu adalah daerah terdekat dengan aliran sungai yang merupakan tempat tertinggi dalam suatu DAS. Hulu DAS dicirikan oleh hal-hal sebagai berikut: merupakan daerah konservasi, mempunyai kerapatan drainase lebih tinggi, merupakan daerah dengan kemiringan lereng besar (lebih besar dari 15%), bukan merupakan daerah banjir, pengaturan pemakaian air ditentukan oleh pola drainase, dan jenis vegetasi umunya merupakan tegakan hutan.
  2. DAS bagian tengah adalah daerah yang terletak diantara daerah hulu dan daerah hilir.
  3. DAS bagian hilir adalah daerah yang dekat dengan jalan keluar air bagi setiap DAS. Daerah hilir DAS dicirikan oleh hal-hal sebagai berikut : merupakan daerah pemanfaatan, kerapatan drainase lebih kecil, merupakan daerah dengan kemiringan lereng kecil sampai dengan sangat kecil (kurang dari 8%), pada beberapa tempat merupakan daerah banjir (genangan), pengaturan pemakaian air ditentukan oleh bangunan irigasi, dan jenis vegetasi didominasi tanaman pertanian kecuali daerah estuaria yang didominasi hutan bakau/gambut.
Gambar Daerah Aliran Sungai

Fungsi DAS

  1. DAS bagian hulu didasarkan pada fungsi konservasi yang dikelola untuk mempertahankan kondisi lingkungan DAS agar tidak terdegradasi, yang antara lain dapat diindikasikan dari kondisi tutupan vegetasi lahan DAS, kualitas air, kemampuan menyimpan air (debit), dan curah hujan.
  2. DAS bagian tengah didasarkan pada fungsi pemanfaatan air sungai yang dikelola untuk dapat memberikan manfaat bagi kepentingan sosial dan ekonomi, yang antara lain dapat diindikasikan dari kuantitas air, kualitas air, kemampuan menyalurkan air, dan ketinggian muka air tanah, serta terkait pada prasarana pengairan seperti pengelolaan sungai, waduk, dan danau.
  3. DAS bagian hilir didasarkan pada fungsi pemanfaatan air sungai yang dikelola untuk dapat memberikan manfaat bagi kepentingan sosial  dan ekonomi, yang diindikasikan melalui kuantitas dan kualitas air, kemampuan menyalurkan air, ketinggian curah hujan, dan terkait untuk kebutuhan pertanian, air bersih, serta pengelolaan air limbah.
Baca Juga :  Cerdas Materi Matematika SMA Seri XI 3.8_3 Persamaan Garis Singgung pada Kurva

Faktor-faktor Penyebab Rusaknya DAS

DAS dapat mencakup wilayah yang luas, sering kali mencakup beberapa wilayah administrasi. Oleh sebab itu, pengelolaan DAS sering dilakukan secara lintas wilayah dan lintas sektoral. Jika pada DAS tidak dilakukan pengelolaan, maka akan terjadi degradasi dan kerusakan. Salah satu indikasi bahwa DAS telah mengalami degradasi adalah terjadinya banjir.

DAS merupakan bagian dari sistem hidrologi. Kegiatan manusia yang dilakukan pada DAS akan berpengaruh terhadap keseimbangan hidrologinya. Agar keseimbangannya tetap terjaga, maka kita perlu menjaga kelestariannya dengan menyeimbangkan penggunaan lahan dengan kemampuan lahan dan kesesuaian lahan, mencegah pencemaran, dan mencegah penurunan kualitas DAS. Penurunan kualitas dan kerusakan DAS dapat dilihat dari beberapa petunjuk, antara lain adanya perubahan keseimbangan debit air sungai pada saat musim hujan dan musim kemarau, banjir di daerah hilir, air sungai yang keruh karena banyak mengandung sedimen lumpur, banyak organisme sungai yang mati karena pencemaran limbah kimia, dan banyaknya sampah rumah tangga di sungai. Beberapa tindakan yang menyebabkan penurunan dan kerusakaan DAS, antara lain:.

  1. Penebangan hutan yang berlebihan
    Dalam siklus hidrologi, air hujan yang jatuh akan diserap oleh tumbuh-tumbuhan dan akan disimpan dalam tanah sebagai cadangan air tanah. Jika hutan-hutan dibabat maka hilang fungsi hutan sebagai daerah resapan air
  2. Penutupan danau dan kantong-Kantong air lainnya
    Dengan adanya danau dan kantong-kantong air lainnya, hujan yang jatuh tidak langsung mengalir ke bawah, tetapi akan masuk dan mengisi cekungan-cekungan di dalam DAS, sehingga kesempatan air untuk meresap ke dalam tanah lebih besar dan lebih lama.  Jika danau dan kantong-kantong air di daerah hulu tersebut ditutup untuk kepentingan perluasan permukiman, industri, dan lain sebagainya maka air sangat minim meresap ke dalam tanah.
  3. Berubahnya saluran drainase dan sungai
    Saluran drainase dan sungai dapat berubah karena adanya pengendapan hasil-hasil erosi dan pembuangan sampah oleh masyarakat ke saluran tersebut. Bentuk perubahan saluran drainase dan sungai seperti pendangkalan saluran, yang menyebabkan kapasitas penampungan air menjadi berkurang. Banjir akan mudah terjadi akibat curah hujan yang tinggi ditambah dengan daya tampung saluran drainase dan sungai yang telah berkurang.
  4. Pembuangan Limbah Berbahaya
    Limbah-limbah yang mengandung bahan kimia bisa berasal dari limbah domestik, limbah industri, pengolahan lahan, dan lain sebagainya, dapat menurunkan kualitas air sungai dan berbahaya bagi makhluk hidup yang memanfaatkan air sungai tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *