Cerdas Materi Geografi SMA Seri X 3.7_5 Perairan Darat : Air Tanah

Posted on

 649 total views,  2 views today

KOMPETENSI DASAR

3.7     Mmenganalisis dinamika hidrosfer dan dampaknya terhadap kehidupan
4.7     Menyajikan proses dinamika hidrosfer menggunakan peta, bagan, gambar, tabel, grafik, video, dan/atau animasi

PERAIRAN DARAT : AIR TANAH

PETA KONSEP

Peta Konsep Perairan Darat tentang Air Tanah

MATERI PEMBELAJARAN

Pengertian Air Tanah
Air tanah adalah air yang berada di bawah permukaan tanah dan menempati rongga-rongga batuan/tanah. Volume rongga-rongga batuan/tanah disebut porositas, sedangkan kemampuan batuan/tanah untuk melepaskan kembali air tersebut disebut permeabilitas. Besar kecilnya jumlah air yang dapat tersimpan dalam tanah tergantung pada volume rongga batuan/tanah. Cabang ilmu hidrologi yang khusus mempelajari air tanah disebut Geohidrologi.

Faktor yang Berpengaruh Terhadap Air Tanah
Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap air tanah antara lain:

  1. Bahwa daerah yang berlereng curam akan mempengaruhi muka air tanah setempat
  2. Lereng yang landai akan mempunyai kedudukan muka airtanah dangkal
  3. Daerah yang bergelombang menyebabkan muka airtanah akan menyesuaikan dengan gelombangnya
  4. Daerah lembah dan cekungan merupakan daerah pengumpul air

Klasifikasi Air Tanah

1.    Air Tanah Berdasarkan Letaknya
a.    Air Tanah Dangkal (Phreatis Water)
Air freatis adalah air tanah yang terletak di atas lapisan kedap air tidak jauh dari permukaan tanah. Air freatis sangat dipengaruhi oleh resapan air di sekelilingnya. Pada musim kemarau jumlah air freatis berkurang. Sebaliknya pada musim hujan jumlah air freatis akan bertambah. Air freatis dapat diambil melalui sumur atau mata air

b.    Air Tanah Dalam (Artesian Water)
Air Artesis adalah air tanah yang terletak jauh di dalam tanah, di antara dua lapisan kedap air (lapisan akuifer).Lapisan Akuifer adalah lapisan batuan dibawah permukaan tanah yang mengandung air dan dapat dirembesi air. Akuifer adalah formasi geologi atau grup formasi yang mengandung air dan secara signifikan mampu mengalirkan air melalui kondisi alaminya. Batasan lain yang digunakan adalah reservoir air tanah, lapisan pembawa air.

Baca Juga :  L2_Contoh Format Pembagian Ruang Peserta Ujian Sekolah
Gambar  Lapisan Akuifer

Menurut Krussman dan Ridder (1970) dalam Utaya (1990) bahwa macam-macam akuifer berdasarkan bahan penyusunnya/struktur batuannya sebagai berikut:

1)    Akuifer Bebas (Unconfined Aquifer)
Yaitu lapisan lolos air yang hanya sebagian terisi oleh air dan berada di atas lapisan kedap air. Permukaan tanah pada akuifer ini disebut dengan water table (preatik level), yaitu permukaan air yang mempunyai tekanan hidrostatik sama dengan atmosfer.

2)    Akuifer Tertekan (Confined Aquifer)
Yaitu aquifer yang seluruh jumlahnya air yang dibatasi oleh lapisan kedap air, baik yang di atas maupun di bawah, serta mempunyai tekanan jenuh lebih besar dari pada tekanan atmosfer.

Berdasarkan permeabelitas tanah :

  1. Akuifer Semi tertekan (Semi Confined Aquifer)
    Yaitu aquifer yang seluruhnya jenuh air, dimana bagian atasnya dibatasi oleh lapisan semi lolos air dibagian bawahnya merupakan lapisan kedap air.
  2. Akuifer Semi Bebas (Semi Unconfined Aquifer)
    Yaitu aquifer yang bagian bawahnya yang merupakan lapisan kedap air, sedangkan bagian atasnya merupakan material berbutir halus, sehingga pada lapisan penutupnya masih memungkinkan adanya gerakan air. Dengan demikian aquifer ini merupakan peralihan antara aquifer bebas dengan aquifer semi tertekan.

c.     Air tanah lokal (Perched groundwater)
Air tanah jenis ini terjadi pada akuifer-akuifer setempat (perched akuifer). Letaknya pada lajur jenuh air atau di zona freatik dan dibawahnya terdapat lapisan kedap air dengan luas yang terbatas. Sama dengan air tanah dangkal, cuma sebaran akuifernya tidak luas (bersifat lokal atau setempat).

d.    Air tanah daerah karst
Air tanah jenis ini biasanya membentuk sungai bawah tanah. Sifat batuan karst yang mudah mengalami pelarutan akan membentuk bidang-bidang retakan (diaklas) di bawah tanah hingga membentuk gua-gua atau lorong-lorong. Lorong atau media mengalirnya suangai bawah tanah. Stalakmit-stalakmit yang menggantung yang sering dijumpai pada dinding dan langit-langit gua terbentuk karena aktivitas air tanah karst, dimana tetesan-tetesan air yang jatuh itu mengikis (memahat) dinding dan langit-langit gua karst.

Baca Juga :  Daur Biogeokimia dalam Ekosistem

2.    Air Tanah Berdasarkan Asalnya
a.    Air tanah yang berasal dari atmosfer disebut meteoric water, yaitu air tanah berasal dari hujan dan pencairan salju.
b.    Air tanah yang berasal dari dalam bumi misalnya air tanah turbir (yaitu air tanah yang tersimpan di dalam batuan sedimen) dan air tanah juvenil yaitu air tanah yang naik dari magma bila gas-gasnya dibebaskan melalui mata air panas.

3.    Air Tanah Berdasarkan Jenisnya

  1. Air tanah Vados (Meteoric water), yaitu air tanah yang berasal dari air hujan dan terdapat pada lapisan tanah yang tak jenuh yang tersimpan dibatuan sedimen.
  2. Air tanah Magma (Juvenil Water), yaitu air tanah yang berasal dari air yang naik dari magma.
  3. Air Tanah Fosil (Fossil water), Air tanah yang terperangkap dalam rongga rongga batuan endapan sejak pengendapan itu terjadi termasuk juga air yang terperangkap pada rongga- rongga batuan beku leleran (lelehan) sewaktu magma tersembur kepermukaan bumi.
  4. Air Pelikular/Ari (Pellicular Water), yaitu air yang tersimpan dalam tanah karena tarikan molekul-molekul tanah.
  5. Air Freatis (Phreatic Water), adalah air tanah yang terletak di atas lapisan kedap air tidak jauh dari permukaan tanah. Air freatis sangat dipengaruhi oleh resapan air di sekelilingnya. Pada musim kemarau jumlah air freatis berkurang. Sebaliknya pada musim hujan jumlah air freatis akan bertambah
  6. Air Artesis (Artesian Water), adalah air tanah yang terletak jauh di dalam tanah, di antara dua lapisan kedap air

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *