Fertilisasi, Gestasi dan Persalinan
Fertilisasi, Gestasi dan Persalinan

Cerdas LKPD Biologi SMA Seri XI 3.12_3 Ovulasi dan Menstruasi

Posted on

 9,830 total views,  15 views today

KOMPETENSI DASAR

3.12   Menganalisis hubungan struktur jaringan penyusun organ reproduksi dengan fungsinya dalam sistem reproduksi manusia
4.12   Menyajikan hasil analisis tentang dampak pergaulan bebas, penyakit dan kelainan pada struktur dan fungsi organ yang menyebabkan gangguan sistem reproduksi manusia serta teknologi sistem reproduksi

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
TOPIK : OVULASI DAN MENSTRUASI

PETA KONSEP

Peta Konsep Ovulasi dan Menstruasi

TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik dapat menjelaskan proses ovulasi dan menstruasi yang terjadi pada alat reproduksi wanita

MATERI PEMBELAJARAN

Ovulasi

Pengertian Ovulasi
Proses ovulasi yaitu keluarnya telur (ovum/oocit) dari ovarium ke dalam rongga pelvic dan bergerak menuju saluran uterin (tuba falopi), yang biasanya terjadi 16 hari setelah hari pertama siklus menstruasi atau 14 hari sebelum haid berikutnya. Terjadinya proses ini melibatkan interaksi yang terjadi dari hipotalamus – hipofise – ovarium dan endometrium.
Ovarium memiliki peran yang utama dalam fungsi endokrin untuk menghasilkan estrogen dan progesteron, selain itu untuk mempersiapkan uterus menerima hasil konsepsi dan berfungsi pada proses gametogenesis dan ovulasi.

Gambar Ovulasi pada Ovarium

Proses Ovulasi

Fase-fase proses ovulasi adalah fase praovulasi, ovulasi dan pasca ovulasi. Adapaun mekanisme di setiap fase adalahsebagai berikut:

1. Fase Praovulasi

Rentetan proses ovulasi diawali dengan fase pra-ovulasi atau akhir dari siklus menstruasi. Hormon FSH yang dihasilkan oleh hipofisis anterior merangsang sel-sel folikel yang biasa dikenal dengan folikel de graf yang akan digunakan untuk membentuk ovum dan menghasilkan hormon estrogen. Funsgi hormon estrogen akan merangsang hipofisis anterior untuk kembali menghasilkan hormon LH dan prolaktin, sedangkan hormon LH merangsang korpus luteum untuk menghasilkan progesteron dan akan menyebabkan terjadinya pembentukan endometrium. Peningkatan konsentrasi estrogen pada masa pertumbuhan folikel juga akan mempengaruhi serviks untuk mengeluarkan lendir yang bersifat basa. Lendir yang bersifat basa berguna untuk menetralkan sifat asam pada serviks agar lebih mendukung lingkungan hidup sperma.

Baca Juga :  Cerdas Materi Matematika SMA Seri XI 3.7_4 Teorema Limit
2. Fase Ovulasi

Peningkatan kadar estrogen yang akan terjadi selama fase pra-ovulasi menyebabkan reaksi umpan balik negatif atau penghambatan terhadap pelepasan FSH lebih lanjut dari hipofisis. Penurunan konsentrasi FSH menyebabkan hipofisis melepaskan LH. LH merangsang pelepasan oosit sekunder dari folikel de Graaf. Pada saat inilah disebut ovulasi, yaitu saat terjadi pelepasan oosit sekunder dari folikel de Graaf dan siap dibuahi oleh sperma. Pada umumnya ovulasi terjadi pada hari ke-14.

3. Fase Pascaovulasi

Pada fase pasca-ovulasi, folikel de Graaf yang ditinggalkan oleh oosit sekunder karena pengaruh LH dan FSH akan berkerut dan berubah menjadi korpus luteum. Korpus luteum tetap memproduksi estrogendan hormon lainnya, yaitu progesteron. Progesteron mendukung kerja estrogen dengan menebalkan dinding dalam uterus serta merangsang sekresi lendir pada vagina dan pertumbuhan kelenjar susu pada payudara.
Keseluruhan fungsi progesteron dan estrogen) berguna untuk menyiapkan penanaman (implantasi) zigot pada uterus bila terjadi pembuahan atau kehamilan. Proses pasca-ovulasi ini berlangsung dari hari ke-15 sampai hari ke-28. Jika tidak berlangsung fertilisasi dan implantasi, korpus luteum berubah menjadi korpus albicans yaitu korpus luteum yang mengalami degenerasi. Berubahnya korpus luteum menyebabkan progesteron menjadi rendah, produksi FSH dan LH meningkat kembali dan kemudian fase menstruasi kembali. Kejadian ini merupakan suatu siklus yang dinamakan siklus menstruasi

Siklus Menstruasi

Siklus menstruasi adalah siklus kompleks yang merupakan hasil interaksi sistem endokrin (hipothalamus, hipofisis, dan ovarium) dengan sistem reproduksi. Hal yang terjadi pada siklus ini adalah perubahan pada endometrium uterus. Perubahan endometrium uterus tersebut menyebabkan terjadinya perubahan bulanan yang disebut menstruasi (mens). Pada umumunya siklus menstruasi terjadi pada saat pubertas dimulai dengan masa siklus menstruasi adalah 28 hari. Waktu siklus terpendek 18 hari, sedangkan siklus terpanjang 40 hari. Jenis siklus mentruasi terdiri atas siklus ovarium dan siklus endometrium ovarium.

Baca Juga :  Cerdas Materi Geografi SMA Seri X 3.7_5 Perairan Darat : Air Tanah

Perhatikan gambar siklus menstruasi berikut!

Gambar Siklus Menstruasi

Siklus menstruasi terdiri atas:

a. Siklus Ovarium

1. Fase Folikel (Hari 1 -14)
Fase folikuler merupakan fase perkembangan ovum yang bermula dari folikel. Hal ini dimulai pada hari pertama menstruasi dan berlangsung sampai hari ke – 10. Produksi hormon estrogen dan progesterone di dalam darah rendah, maka otak menghasilkan hormon GnRH, FSH, dan LH. Keberadaan hormon–hormon tersebut merangsang 20 folikel primordial mulai tumbuh menjadi folikel primer yang selanjutnya menjadi folikel sekunder. Dari 20 folikel primordial hanya satu yang tumbuh menjadi folikel matang sedangkan yang lainnya mengalami degradasi. Folikel matang berada di dalam semacam kantong yang disebut folikel Graff. Karena adanya hormon FSH dan LH, sel-sel granulose yang ada di dalam folikel Graff menghasilkan hormon estrogen.

Adanya hormon estrogen dalam darah memberikan efek balik negatif terhadap pituitary bagian depan hipotalamus, sehingga pengeluaran hormon FSH dan LH menurun. Disamping itu folikel Graff juga sensitive terhadap keberadaan hormon FSH dan LH, dan meningkatkan pengeluaran hormon estrogen. Jika folikel terus mengeluarkan estrogen, maka akan memberikan efek positif terhadap pengeluaran hormon LH. Pengeluaran hormon LH mempengaruhi proses ovulasi. Ovulasi pada umumnya terjadi pada hari ke-14 (wanita dalam keadaan subur). Biasanya penentuan masa subur wanita sekitar hari ke-13 sampai ke-15.

2. Fase Luteal (Hari 14 – 28)
Setelah ovum keluar dari ovarium, folikel Graff tetap pada permukaan ovarium. Folikel ini berubah menjadi corpus luteum karena adanya hormon LH. Corpus luteum selanjutnya menghasilkan hormon estrogen dan progesteron dalam darah menghambat dikeluarkannya hormon LH dan FSH, sehingga manghambat pertumbuhan folikel baru (tidak terbentuk folikel baru). Pada hari ke 22, corpus luteum mulai mengalami kemunduran berubah menjadi corpus albicans dan pengeluaran hormon estrogen dan progesterone menurun. Hal ini menyebabkan proses menstruasi dan di dalam ovarium mulai terbentuk folikel baru sebagai persiapan siklus menstruasi berikutnya.

Baca Juga :  Cerdas Materi Matematika SMA Seri XI 3.7_2 Limit Fungsi untuk x mendekati Tak Berhingga
b. Siklus Endometrium Uterus

1. Fase Menstruasi (Haid)
Permulaan fase menstruasi berawal dari hari pertama menstruasi sampai hari ke– lima. Proses menstruasi disebabkan oleh menurunnya kadar hormon estrogen dan progesterone dalam darah. Menstruasi merupakan peluruhan endometrium yang terdapat di dalam uterus, yang terdiri dari jaringan dan darah.

2. Fase Proliferasi
Tahap fase proliferasi berlangsung dari akhir haid sampai ovulasi. Estrogen merangsang proliferasi endometrium hingga menjadi tebal, serta merangsang perumbuhan kelenjar dan pembuluh darah.

3. Fase Sekretori (progestasi),
Terjadinya fase ini setelah ovulasi atau ketika terbentuk korpus luteum. Korpus luteum memproduksi progesteron dalam jumlah besar dan estrogen, di mana dinding dalam uterus makin menebal dan diperlengkapi dengan jaringan yang memungkinkan tumbuh berkembangnya janin apabila terjadi pembuahan (fertilisasi). Kalau tidak terjadi pembuahan, maka jaringan tersebut akan luruh sebagai menstruasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *