Fertilisasi, Gestasi dan Persalinan
Fertilisasi, Gestasi dan Persalinan

Cerdas LKPD Biologi SMA Seri XI 3.12_2 Proses Pembentukan Sel Kelamin

Posted on

 20,659 total views,  28 views today

KOMPETENSI DASAR

3.12   Menganalisis hubungan struktur jaringan penyusun organ reproduksi dengan fungsinya dalam sistem reproduksi manusia
4.12   Menyajikan hasil analisis tentang dampak pergaulan bebas, penyakit dan kelainan pada struktur dan fungsi organ yang menyebabkan gangguan sistem reproduksi manusia serta teknologi sistem reproduksi

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
TOPIK :
PROSES PEMBENTUKAN SEL KELAMIN

PETA KONSEP

Peta Konsep Proses Pembentukan Sel Kelamin

TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik dapat membandingkan proses pembentukan sel sperma dan sel telur

MATERI PEMBELAJARAN

Proses pembentukan sel kelamin atau gamet disebut gametogenesis. Gametogenesis terdiri dari spermatogenesis dan oogenesis. Gametogenesis berkaitan dengan kelenjar hipofisis anterior untuk menghasilkan hormon gonadotropin

1.    Spermatogenesis
Spermatogenesis merupakan proses pembentukan sel spermatozoa. Spermatogenesis terjadi di testis. Dibentuk di dalam tubula seminiferus dan dipengaruhi oleh beberapa hormon yaitu: 

  • Hormon FSH, merangsang pembentukan sperma secara langsung. Serta merangsang sel sertoli untuk meghasilkan ABP (Androgen Binding Protein) untuk memacu spermatogonium sehingga terjadi spermatogenesis. 
  • Hormon LH, merangsang sel Leydig untuk memperoleh sekresi testosterone (yaitu suatu hormone sex yang penting untuk perkembangan sperma). 

Sel sperma dihasilkan kira-kira 300 juta per hari dan bila telah memasuki alat reproduksi wanita dapat hidup 18 jam di dalam saluran telur atau alat reproduksi wanita. Sel sperma memiliki adaptasi yang sangat tinggi untuk dapat mencapai dan menembus sel telur. Sel sperma terdiri atas kepala, bagian tengah dan ekor. Pada bagian kepala terdapat materi inti dan akrosom yang berisi enzim-enzim hyaluronidase dan proteinase yang berpengaruh ketika sel sperma menembus sel telur. Bagian tengah memiliki sejumlah mitokondria yang berfungsi untuk melakukan metabolisme sehingga banyak dihasilkan energi untuk pergerakan. Sedangkan bagian ekor berbentuk seperti cambuk yang berperan di dalam membantu pergerakan.

Baca Juga :  Piramida Ekologi dan Produktivitas
Gambar. Bagian-bagian Sel Sperma

Spermatogenesis berlangsung selama 74 hari sampai terbentuknya sperma yang fungsional. Sperma ini dapat dihasilkan sepanjang usia. Sehingga tidak ada batasan waktu, kecuali jika terjadi kelainan yang menghambat penghasilan sperma pada pria.Pada usia remaja sekitar usia 12 – 13 tahun, umumnya organ kelamin laki-laki telah mampu menghasilkan sel sperma. Sel sperma manusia memiliki panjang ±60 μm. Dalam satu tetes semen (air mani) terdapat kuranglebih 200 – 500 juta sperma. Sel sperma dapat bergerak aktif karena mempunyai flagela (ekor).

Gambar. Pembentukan Sel Sperma (Spermatogenesis)

Tahap Spermatogenesis:

  • Pada tubulus seminiferus terdapat sel induk germinal dinamakan calon sperma (spermatogonia) yang berjumlah ribuan.
  • Setiap spermatogonia melakukan pembelahan mitosis membentuk spermatosit primer.
  • Spermatosit primer melakukan pembelahan meiosis yang pertama dan membentuk 2 spermatosit sekunder.
  • Setiap spermatosit sekunder melakukan pembelahan meiosis yang kedua dan menghasilkan 2 spermatid yang bersifat haploid.
  • Keempat spermatid ini akan berkembang menjadi sperma yang matang dan bersifat haploid.
  • Sperma yang matang akan menuju ke epididimis.

2.    Oogenesis
Proses pembentukan ovum disebut oogenesis dan terjadi di ovarium. Wanita hanya mengeluarkan satu sel telur saja selama waktu tertentu(siklus). Proses pembentukan sel telur dipengaruhi oleh beberapa hormon yaitu : 

1. Hormon FSH,merangsang pertumbuhan sel-sel folikel sekitar sel ovum. 
2. Hormon Estrogen, merangsang sekresi hormone LH. 
3. Hormon LH, merangsang terjadinya ovulasi (yaitu proses pematangan sel ovum). 
4. Hormon progesteron, menghambat sekresi FSH dan LH

Gambar. Bagian-bagian Sel Telur

Selama 28 hari sekali sel ovum dikeluarkan oleh ovarium. Sel telur ini telah matang dan mengalami ovulasi. Selama hidupnya seorang wanita hanya dapat menghasilkan 400 buah sel ovum setelah masa menopause yaitu berhentinya seorang wanita untuk menghasilkan sel ovum yang matang karena sudah tidak dihasilkan hormone, berhentinya siklus menstruasi sekitar usia 45-50 tahun.

Baca Juga :  TRASNPORTASI MEMBRAN
Gambar. Proses Pembentukan Sel Telur

Tahap Oogenesis:

  • Oogensis diawali dengan pembelahan mitosis oogonium menjadi oosit primer.
  • Oosit Primer akan mengalami pembelahan miosis menjadi satu oosit sekunder dan satu badan polar I.
  • Oosit sekunder membelah secara miosis menjadi satu ootid dan satu badan polar II.
  • Ootid inilah yang akan berkembang menjadi sel telur (ovum).
  • Badan polar I dan II akan mengalami peluruhan (degenerasi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *